0
Dikirim pada 31 Oktober 2011 di Uncategories

Diriwayatkan dari Jabir ra, bahwa pada tahun ke-10 H Nabi Muhammad SAW berangkat mngerjakan haji bersama ribuan sahabat dari Madinah Al Munawarah di perkirakan jumlahnya mencapao 114 ribu orang.

Pelaksanaannya dimulai dengan berihram di Zulhulaifah (Bir Ali Sekarang ini) mencontoh Nabi Muhammad SAW, mulai dari cara berpakaian ihram sampai kepada niat haji yang mereka kerjakan.

Hampir dapat dipastikan bahwa mereka berniat dari Zulhulaifah adalah niat ihram haji karena pada masa itu belum ada contoh dari nabi SAW cara pelaksanaan haji Ifrod, Tammatu' dan Qiron. lagi pula para sahabat Nabi dibimbing ketika untuk melaksankan haji bukan umroh.

Setelah Nabi mUhammad SAW dan para sahabat selesai berpakaian ihram dan melaksanakan sholat 2 rakaat (sunat ihram), kemudian menaiki kendaraannya yang diberi nama Al-Qashwa dan di atas kendaraan Nabi SAW menoleh ke kir dan kekanan seakan-akan memeriksa pasukannya dan langsung mengumandangkankan talbiah (labbaikallahhumma labbaik, labbaikalla syarika lakalabbaik, innal hammda wan ni'ma-ta laka wal mulk la syarikalak), dan ucapan tal biyah ini senantiasa dibaca oleh Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan dan diatas kendaraan hingga sampai Mekkah Al Mukarramah setelah menempuh perjalanaan 1 minggu.

Ketika sampai Ka'bah nabi dan para sahabat memberi penghormatan kepada Hajar Al Aswad dengan cara mengecupnya, pertanda thawaf telah di mulai dan Nabi SAW berkeliling sedikit agak cepat (ramal) pada 3 dan 4 putaran terakhirberjalan seperti biasa. setelah selesai thawaf, Nabi Muhammad SAW mengambil posisi antara Ka'bah dan Maqam Ibrahim untuk melaksanakan sholat 2 rakaat (sunat Thawaf) setelah itu Nabi SAW kembali mendakati Ka'bah dan mengecupnya pertanda thawaf telah selesai. Kemudian Nabi dan para sahabat menuju ke Shafa (ketika itu di luar Mesjidil Haram) dan manakala mendekati ke shafa Nabi SAW membaca innasafa wal marwata minsyaairillah da membaca abda'u bima bada ilahu bih

Ketika berada di bukit shafa beliau menghadap Ka'bahsambil membaca takbir dan doa dan langsung memulai sa'i, berjalan dari shafa menuju marwah sehingga tujuh putaran di akhiri di bukit marwah. maka dengan selesainya pekerjaan sa'i para sahabat yang membawa kambing sebagai hady (dam) melakukan tahallul umroh terkecuali Nabi Muhammad SAW tidak melakukan tahallul umroh dan diikuti oleh beberapa sahabatseperti Abu Bakar, Umar, Ali,Thalhah, Zubir danlainnya (Kitab Al Mughni Fi Fikih Haji hal 437)

Dan pada hari tarwiyah semua para sahabat kembali melaksanakan ihram haji dan berniat haji untuk menuju kemina sedangkan Nabi SAW tetap dalam ihramnya karena beliau tidak melaksanakan tahallul umroh dan besoknya Nabi SAW dan para sahabt berangkat menuju Arafah untuk melaksankan wuquf sebagai puncak kegiatan ibadah Haji.

Setelah Wuquf dilaksana Nabi SAW bersama para sahabat sampai terbenam matahari rombongan haji yang di pimpin langsung Nabi Muhammad SAW itu bergerak menuju Muzdalifah. Sesampai di Muzdalifah beliau tidur (mabit) hingga terbit fajar.

Ke esokan hari pada tanggal 10 Zulhijjah Nabi SAW dan para sahabat pergi ke Jumrah Aqabah, melontar 7 butir batu, pertanda Nabi SAW mengakhiri ihram hajinya dengan melaksanakan tahallul. Kemudian Nabi SAW menyembelih Qurban sebanya 63 kali pertanda umurnya sudah 63 tahun.

Setelah melaksanakan Qurban Nabi SAW berangkat ke Makkah untuk melaksankan thawaf haji (ifadah) lalu shalat zuhur di Masjidil Haram. dengan demikian selesai pelaksanaan haji Nabi Muhammad SAW.

Yang jadi pertanyaan besar bagi kita dan bagi siapa saja yang ingin meneliti tata cara pelaksanaan haji Nabi Muhammad SAW adalah bagaimana pelaksanaan menjadi 3 bagian yaitu : IFROD, TAMATTU' dan QIRAN? dan jenis mana dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW?

Kuat dugaan bahwa ketika Nabi Muhammad SAW memerintahkan tahallul kepada sahabat yang membawa binantang sembelihan setelah selesai tawaf dan sai adalah HAJI TAMATTU' (karena mendahulkan umroh dan haji)

Sedangkan Nbai SAW tidak tahallul melainkan pada tanggal 10 Zulhijjah meskipun beliau membawa 100 ekor unta untuk binatang sembelihan (dan dan kurban) adalah HAJI QIRAN

Sedangkan diantara para sahabat Nabi SAW termasuk istrinya Aisyah diperintahkannya untuk kembali ke Miqat (Tan'im) dalam riwayat yang lain untuk melaksanakan umroh adalah HAJI IFROD

Jadi 3 macam tata cara pelaksanaan haji yang dilaksankan oleh Nabi Muhammad SAW para sahabat terdahulu dan sampai sekarang diiukuti oleh kaum muslimin



Dikirim pada 31 Oktober 2011 di Uncategories
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah Windy Sihombing ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Categories
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 220.065 kali


connect with ABATASA